Blog Media Monitoring club
Header image
ANDA SEDANG MENDENGARKAN DELTA FM JAKARTA

"Media Monitoring Club, Klub pendengar radio, pemirsa TV, pembaca media cetak, dan netter"

Di Ulang Tahun yang ke-5 Media Monitoring Club ini, kami persembahkan Pemenang Lomba Merancang Logo dan Kartu Anggota Media Monitoring Club yang diadakan sejak 8 September 2009.
Tata cara dan peraturan dapat dibaca di http://monitoringclub.org/2009/09/lomba-merancang-logo-kartu-anggota-mmc/.

PESERTA.

Lomba ini diikuti oleh 9 orang peserta, antara lain:
1. Horisandi Afyama dari Makassar, desainer yang dibayar oleh redaksi.
2. Badrudin Kurniawan dari Malang.
3. Budi Santoso dari Jakarta Pusat.
4. Engle M H Taroreh dari Bandung.
5. Skein Design.
6. Ade Sutisna, web and graphic designer, Cikarang-Jakarta.
7. Oki Firmansyah.
8. Purnama Julia, dan
9. Pandu Lazuardy Patriari, Staf Desain Grafis Harian Kompas, Bekasi.

Redaksi beserta segenap kru mengucapkan terima kasih atas anda dalam merancang logo dan kartu anggota Media Monitoring Club.

HASIL KARYA.

Hasil karya yang masuk dapat dilihat di SINI.

JURI.

Adapun para Juri adalah mereka yang memberikan komentar di http://monitoringclub.org/2009/09/lomba-merancang-logo-kartu-anggota-mmc/, mereka adalah:

  1. Puspita Giana, Member Media Monitoring Club.
  2. Bapak Henry Sianipar, Produser Liputan 6 SCTV (atas permintaan redaksi).
  3. Bapak Paul Rattray, Coordinator of CVC Network Limited. (atas permintaan redaksi).
  4. Ibu Roslinda Rahmat dari MediaCorp (atas permintaan redaksi) (Redaksi: Segenap kru Media Monitoring Club mengucapkan Selamat Hari Jadi buat Ibu Linda, bertepatan dengan Hari Jadi Media Monitoring Club 31 Maret).
  5. Reo (pengunjung blog).
  6. Bapak Rane Hafied, Language Specialist of NHK World (atas permintaan redaksi).
  7. Bapak Miftahuldjannah Azhary Hasan, Head of Indonesian Section of Jeddah Radio. (atas permintaan redaksi).
  8. Ibu Made Yoni Yoni, Voice of America (atas permintaan redaksi)
  9. Bapak Aji Rokhadi, MediaCorp (atas permintaan redaksi).
  10. Bapak Tony Thamsir, Radio Taiwan International (atas permintaan redaksi).
  11. sony rama (pengunjung blog).
  12. Bapak Alex Santosa, Operational Manager of CPP Radionet, Managing Editor of PAS FM Network. (atas permintaan redaksi). dan
  13. Ibu Nuraini Abdullah, Islamic Republic of Iran Broadcasting. (atas permintaan redaksi).

Redaksi beserta segenap kru mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak yang telah membantu kami memilih logo dan kartu anggota Media Monitoring Club.

Sedangkan untuk para Blogger yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu persatu, Redaksi beserta segenap kru mengucapkan terima kasih atas dukungannya membantu kami menyebarluaskan informasi lomba merancang logo dan kartu anggota Media Monitoring Club.

PEMENANG.
Setelah menimbang hasil penilaian para komentator/juri, maka Redaksi memutuskan bahwa:
1. Pemenang Lomba merancang Logo Media Monitoring Club adalah: Engle M H Taroreh dari Bandung.
Inilah Hasil Karya Beliau:

2. Pemenang Lomba merancang kartu anggota Media Monitoring Club berdasarkan komentar yang masuk adalah Engle M H Taroreh dari Bandung dan Ade Sutisna dari Cikarang-Jakarta dengan nilai seri.

Inilah hasi karya mereka:

Karya Engle M H Taroreh

Karya Ade Sutisna.

3. Sedangkan Rangking pertama Blogger yang menyebarluaskan informasi ini, mari kita lihat hasilnya yang dicopy dan diprint pada pukul 15:11:14 WITA:

Ternyata yang masuk rangking satu bukanlah blog tapi Notes facebook: http://www.facebook.com/notes/aktivis-lomba-apa-saja-kumpul-di-sini/lomba-merancang-logo-dan-kartu-anggota-media-monitoring-club/355709789792.

Sedangkan blog yang masuk rangking hanyalah blog Media Monitoring Club Sendiri (urutan 2-3), sedang urutan 4: http://lomba.intscholarships.com/lomba-merancang-logo-dan-kartu-anggota-media-monitoring-club.html

HADIAH.

1. Pemenang Lomba merancang Logo Media Monitoring Club berhak atas (pilih salah satu dari: Uang Tunai Rp. 200.000,- atau Voucher pulsa senilai Rp.200.000,- atau salah satu suvenir Radio Luar Negeri: T-shirt Voice of America, Polo Shirt Voice of Vietnam atau topi Voice of Vietnam.

2. Karena Pemenang Lomba merancang kartu anggota Media Monitoring Club ada 2 orang karena nilainya seri, maka masing-masing pemenang berhak atas Uang Tunai Rp. 100.000,- atau Voucher pulsa senilai Rp.100.000,- saja).

3. Sedangkan untuk blogger, karena pemenangnya blog Media Monitoring Club sendiri, kami hanya menawarkan kepada pemilik http://www.facebook.com/notes/aktivis-lomba-apa-saja-kumpul-di-sini/lomba-merancang-logo-dan-kartu-anggota-media-monitoring-club/355709789792 sebuah Polo Shirt Voice of Vietnam

dan kepada pemilik http://lomba.intscholarships.com/lomba-merancang-logo-dan-kartu-anggota-media-monitoring-club.html sebuah topi dari Voice of Vietnam.

SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG.

KEPUTUSAN INI TAK DAPAT DIGANGGU GUGAT.

CATATAN:

Para pemenang diharapkan mengkonfirmasi ke monitoringclub@yahoo.co.id paling lambat 30 April 2010. Pemenang yang tidak memberikan konfirmasi sampai batas waktu yang ditentukan, maka hadiahnya tidak akan dikirimkan.

Pengiriman hadiah selambat-lambatnya 2 minggu setelah konfirmasi.

Khusus untuk pemenang merancang logo, ditunggu kiriman logo transparannya seperti pada logo peserta nomor urut 1 agar bisa diletakkan di header blog MMC.

Keyword:


Pada Sabtu pertama setiap bulannya, Radio Jepang NHK World mengajak anda menghafal dan menyanyikan sebuah lagu pop Jepang. Lagu untuk bulan April ini adalah YELL dari kelompok Ikimonogakari. Yang akan ikut menyanyi bersama anda kali ini adalah Fatma Mbilili dari Siaran Bahasa Swahili, dan instruktur vokal Emi Ogawa. Jangan lupa dengarkan Radio Jepang 3 April 2010.

Keyword:

PERTANYAAN.
Dengan cara apakah rumput yomogi dimakan? Pilh apakah
A. Ditanak dengan nasi hingga nasinya berwarna hijau.
B. Dijadikan bahan selada.
C. Dijadikan bahan atau pewangi untuk mochi.

Jawaban anda harus diterima di (more…)

Oleh: C.R. Nurdin

Kalau Anda disodori pilihan pemerintahan tanpa surat kabar atau surat kabar tanpa pemerintahan? Presiden Amerika Serikat, Thomas Jefferson, yakin akan memilih yang kedua, lebih baik memilih surat kabar tanpa pemerintahan daripada memilih pemerintahan tanpa surat kabar.

Presiden Amerika Serikat ketiga itu, memang, dikenal sebagai pejuang kemerdekaan dan membenci tirani, membenci penjajahan pikiran manusia. Jefferson dikenal mempunyai kepercayan yang tinggi pada pers, sehingga dia lebih baik memilih surat kabar tanpa pemerintahan daripada memilih pemerintahan tanpa surat kabar. Pilihannya itu sebagai mawjud dukungan kuat terhadap eksistensi pers.

Konsistenkah Jefferson? Banyak yang tidak tahu, di tempat lain, Jefferson justru membuat pernyataan yang hampir-hampir tidak dikenal, kalau saja tidak diungkap oleh pakar komunikasi politik Steven Chaffee (1975).

Kata Jeffreson, “Seseorang yang tidak pernah membaca surat kabar, sebenarnya akan lebih bijak jika dibadingkan dengan mereka yang membaca surat kabar. Mereka tidak tahu apa-apa. Mereka lebih dekat pada kebenaran jika dibandingkan dengan seseorang yang pikirannya dipenuhi dengan kepalsuan dan kesalahan”.

Jefferson berkepribadian ganda, split personality terhadap pers? Silakan, simak saja kedua pernyataannya yang boleh disebut bertentangan itu. Bagi Jeffreson, jadinya, “persku sayang, persku ditendang” .
Bukan saja mawjud Jeffrson yang berkepribadian terbelah, tetapi mungkin saja mawjud sikap pemerintahan Amerika Serikat terhadap pers ketika itu. Mungkin saja pula, Jefferson semula menilai “persku sayang”, tetapi ketika pers selalu mengontrolnya, pers selalu mempertanyakan kebijakannya, dan kekuasaannya tidak bisa mengendalikan pers (dan itu wajar di tengah-tengah masyarakat demokratiis) maka akhirnya Jefferson berbalik jadi “persku ditendang”.

Split Personality di Negeri Ini

Bukan saja di negara sana, kepribadian terbelah atau split personality ternyata dialami pula oleh mereka yang terlibat dalam media massa cetak dan media massa elektronik (televisi) di negeri ini.

Kesaksian Dr. Effendi Gazali (pakar ilmu komunikasi UI), Garin Nugroho (budayawan), dan Victor Menayang (ketika itu, ketua Komisi Penyiaran Indonesia), ternyata (more…)

Keyword:

Dalam rangka 2 tahun Temu pendengar NHK World Radio Jepang, kami tuliskan kembali kilas balik Temu Pendengar NHK World Radio Jepang di Makassar 2 tahun lalu. Tulisan ini kami pindahkan dari SINI.

Beberapa tahun lalu (1-2 tahun yang lalu) telah diadakan temu pendengar Radio Jepang NHK World di Surabaya yang dihadiri oleh sekitar 40 orang (menurut informasi yang kami terima). Redaksi dan beberapa rekan-rekan di Sulawesi Selatan dan sekitarnya (Wilayah Timur) tidak sempat datang mengingat jauhnya lokasi temu pendengar (mungkin disebabkan faktor kesibukan dan sebagian besarnya, tentu faktor dana). Kami, beberapa pendengar dan klub yang tersebar di bagian timur Indonesia, selalu merasa diabaikan jika pemilihan lokasi temu pendengar dilakukan oleh stasiun-stasiun internasional jika mereka hendak melaksanakan temu pendengar. Kami selalu mengusulkan bahwa sekali-kali Temu Pendengar diadakan di Makassar. Dan barulah keinginan untuk menjadi tuan rumah temu pendengar mendapat angin segar ketika Produser Radio Jepang NHK World, Ms. Tomoko Yoshihara mengemail kepada saya bahwa kemungkinan besar Temu Pendengar akan diadakan di Makassar.

Sebagai tahap persiapan, saya kemudian menghubungi semua pendengar radio yang ada dalam phonebook redaksi, sekitar 100 orang kami hubungi melalui sms, 14 orang diantaranya yang mendaftarkan diri, termasuk dari Broadcast Monitor Club (Sdr. Abd. Wahab Al-Bilal) Sulawesi Barat.
Mengingat jumlah peserta yang mendaftar melalui sms hanya 14 orang, ditambah 12 orang dari Radio Listeners Club (RLC) Makassar, maka saya memuat iklan di Koran Harian Tribun Timur mulai tanggal 27 Februari hingga tanggal 11 Maret 2008. Dari iklan yang kami muat, maka kami menerima 28 orang lagi yang mendaftar, sehingga jumlah keseluruhan yang mendaftar lewat saya ada 42 orang, ditambah 12 orang dari RLC, dan selebihnya mendaftar langsung ke NHK World.

Temu Pendengar ini diadakan di Restaurant Hotel Pantai Gapura, Jl. Pasar Ikan Makassar, mulai pukul 12.15 WITA hingga pukul 16.00 WITA, diikuti oleh sekitar 80 orang yang datang dari Mamuju, Polman, Pare-pare, Nusa Tenggara Timur (NTT), Tomohon, Gowa dan Makassar.

Rangkaian Acara:
1. Pembukaan oleh Ms. Lily Yulianty
2. Perkenalan terhadap Jepang.
3. Perkenalan dengan Produser, Penyiar, dan Staf Radio Jepang.
4. Kuis.
5. Istirahat (Lunch)
6. Belajar Bahasa Jepang.
7. Lomba Membaca dalam Bahasa Jepang.
8. Menyanyi Lagu Jepang (Guest: Ervina Talalu, Andi Nurhijrawati, dan Norpa T.Palayukan).
9. Foto bersama.

Selaku Chairman Media Monitoring Club, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangannya di Kota Makassar buat segenap Produser, Penyiar dan Staf Radio Jepang seksi Bahasa Indonesia (Ms. Tomoko Yoshihara, Ms. Kaoru Kawanishi, Ms. Shino Kawabe, dan Mbak Lily Yulianty Farid). Begitulah keadaan kota kami. Semoga keberadaannya selama di Makassar pada khususnya membawa kesan yang baik dan hasil yang memuaskan.

Juga, terima kasih kami ucapkan kepada Bapak, Ibu, dan rekan-rekan semuanya atas waktu yang diluangkan untuk hadir di di acara Temu Pendengar NHK, bahkan ada yang datang dari luar kota atau seberang lautan.

Saya berharap Temu Pendengar tersebut menjadi moment yang dapat mempererat jalinan persahabatan antara pendengar dan Radio Jepang pada khususnya, dan hubungan antara Indonesia dan Jepang pada umumnya.

Pada bulan Oktober 2007 yang lalu, beberapa seksi bahasa di Radio Jepang telah menamatkan siarannya, hal tersebut tentu didasari oleh salah satunya faktor, yaitu kurangnya pendengar, disamping pemangkasan biaya yang tentunya telah dipertimbangkan oleh Radio Jepang sendiri.

Antara pendengar dan Radio Jepang merupakan dua pihak yang saling membutuhkan dan menguntungkan. Tanpa adanya pendengar, maka siaran Radio Jepang tidak akan ada, karena tentu tak ada gunanya menyiarkan jika tak ada yang mendengarkan, hanya memboroskan biaya yang bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Sebaliknya, tanpa adanya siaran radio, maka jalur informasi dan hiburan menjadi terbatas. Meskipun kita tahu bahwa di era seperti sekarang ini, informasi dan hiburan dapat diakses hanya dengan satu klik saja. Semuanya ada dalam jari tangan kita. Tapi siaran radio gelombang pendek merupakan sarana yang lebih murah untuk mengikuti segala perkembangan di dunia sampai jauh di pelosok sana, dan yang paling istimewa, karena kami bernaung di bawah sebuah komunitas pendengar radio gelombang pendek yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Temu Pendengar NHK telah dilaksanakan dengan sukses, itu merupakan kunci pintu gerbang bagi diadakannya temu pendengar selanjutnya bagi radio internasional yang lain. Makassar merupakan salah satu kota yang memungkinkan untuk diadakan temu pendengar. Terbukti, kami bisa menghadirkan sekitar 80 orang untuk ikut serta dalam perhelatan akbar itu.
Kami menunggu radio internasional lainnya untuk bias hadir di kota kami tercinta. Kami siap membantu apa saja yang diperlukan untuk acara serupa nantinya.

Keyword:

Summer Schedule 2010 Deutsche Welle Radio
28.03.2010 – 30.10.2010
Indonesia
CIRAF: 54

German
0800-1000 UTC: 15650 kHz
Trincomalee
1000-1200 UTC: 15650 kHz
Trincomalee
17635 kHz
Trincomalee
21780 kHz
Kigali
1200-1400 UTC: 9565 kHz
Trincomalee
17845 kHz
Singapore
2000-2200 UTC: 7330 kHz
Trincomalee
9875 kHz
Kigali
2200-0000 UTC: 5955 kHz
Trincomalee
Starts 2300UTC
9775 kHz
Kigali (more…)

Keyword:

Masyarakat membutuhkan berita untuk mendapatkan informasi tentang peristiwa-peristiwa yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka. Masyarkat diberdayakan dengan informasi yang disampaikan. Masyarakat menjadi lebih paham dalam menagani masalah-masalah kehidupan, apabila mereka mendapatkan informasi tentang perubahan-perubahan di dalam masyarakat. Perubahan itu penting bagi demokrasi, sebab perubahan membantu para pemberi suara dalam menentukan pilihannya selama masa pemilihan. Jurnalisme yang kuat dapat membantu mengekang korupsi sedemikian rupa, dengan mendorong para politisi bertindak dengan penuh tangung jawa, jika mereka ingin mendapatkan kepercayaan dari pemilih suara.

Kreadibilitas suatu stasiun televisi sebagian besar di tentukan oleh kualitas berita yang ditampilkan. Berita-berita yang akurat pasti mendapat kepercayaan pemirsa televisi. Pemirsa akan menyimak salutran televisi tersebut ntuk mencari tahu apa yang sesunguhnya terjadi. Para pemasang iklan akan berlomba-lomba mengiklankan produk mereka dalam tayangan berita jadi penayangan berita yang bagus pemasukan uang bagi stasiun televisi tersebut.

sumber

Keyword: