2 Resep Ikhlas Dalam Ibadah



Ikhlas merupakan hal yang cukup sulit, banyak orang begitu mudah mengucapkan, padahal hatinya tidak mengatakan ikhlas karena Allah. Ikhlas dalam ibadah sangat sulit dilakukan, kecuali orang-orang yang mendapatkan pertolongan dan kemudahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ikhlas adalah menghendaki keridhoan Allah dalam suatu amal, ibadah dan membersihkan dari segala individu maupun duniawi. Suatu amal hanya dilatarbelakangi karena Allah dan demi hari akhir, maka jika melakukan suatu amal harus ikhlas karena Allah, bukan karena mendapat pujian orang.

Niat ikhlas adalah memurnikan niat melakukan sesuatu karena Allah semata, tidak karena alasan lain. Suatu amal akan ternodai dengan keserakahan duniawi, kesombongan, mengambil harta rampasan, adanya syahwat, ketenaran/kedudukan dan juga harta benda. Seseorang yang ternodai keikhlasannya cenderung orang yang jiwanya terkalahkan oleh perkara duniawi, mencari kedudukan dan popularitas, maka sikap dan perilakunya akan mengacu pada sifat tersebut, sehingga ibadah yang dilakukannya tidak akan murni/ikhlas karena Allah, seperti sholat, puasa, menuntut ilmu, berdakwah dan lainnya.

Cara beribadah dengan ikhlas
Cara beribadah dengan ikhlas (Ilustrasi/pixabay)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berpendapat, arti ikhlas karena Allah apabila seseorang melaksanakan ibadah yang tujuannya untuk taqarrub kepada Allah dan mencapai tempat kemuliaannya

Yusuf bin Husain ArRazi berkata,”Sesuatu yang paling sulit di dunia adalah ikhlas. Aku sudah bersungguh-sungguh untuk menghilangkan riya’ dari hatiku, seolah-olah timbul riya’ dengan warna lain”

Sangat sulit untuk mewujudkan ikhlas karena hati manusia yang selalu berbolak-balik, selalu ada godaan setan yang menghiasi dan memberikan perasaan was-was kepada hati manusia, serta adanya dorongan hawa nafsu yang selalu memerintahkan untuk berperilaku tidak baik. Pada surat Al A’raf ayat 200, Allah Subhanahu,Wa,Ta’ala bersabda yang artinya “Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi Maha Mengetahui”

BACA JUGA  Apa Itu Ummul Qur'an?

Upaya untuk menjadi ikhlas dalam ibadah merupakan kesadaran pada diri sendiri seperti penjelasan di bawah:

  1. Sadar bahwa hidup di dunia hanyalah sementara, dunia hanyalah fana dan semua makhluk hidup akan memiliki kehidupan kekal abadi di Akhirat. Semua makhluk hidup akan kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Menciptakan segala sesuatu. Manusia ada di dunia ini karena Allah yang menciptakan, manusia menjalani kehidupan atas rahmat Allah, dan manusia pun akan kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  2. Sadar bahwa manusia hidup di dunia dengan harta berlimpah karena kehendak Allah, dan ketika manusia kembali ke hadapan Allah semua harta benda tidak akan dibawa mati. Karena pada saat itu hanyalah amalan-amalan yang akan dipertimbangkan untuk masuk surga atau neraka.

Dengan memiliki kesadaran ini, maka manusia dapat belajar ikhlas dalam melakukan amalan baik, juga dalam bersedekah dan menjalankan ibadah. Menjalankan ibadah bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban, tapi ibadah dengan ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kehidupan di akhirat kelak. Upaya mewujudkan ikhlas ini bisa tercapai bila mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan jejak Saafush Shalih dalam beramal dan taqarrub kepada Allah, selalu mendengar nasihat-nasihat mereka serta berupaya semaksimal mungkin dengan bersungguh-sungguh mengekang dorongan nafsu dan selalu berdoa juga memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala.



Artikel Terkait dan Link Sponsor

2 Resep Ikhlas Dalam Ibadah Post in | Last updated: January 15th, 2017 - 11 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + twenty =